Belanda Selatan

Dua Kota Patut Dikunjungi Jika Kamu Berada Di Kota Maastricht – Belanda


Ellyprachtig.blog –  Kota Maastricht, nama kota yang terletak di propinsi Limburg, negara Belanda di bagian Selatan. Selain kota ini kota terbesar, juga ia ibukota di Propinsi Limburg.

Jangan heran jika di dalam kota ini terdapat banyak gedung-gedung khas Romawi, ini karena kota pernah di diami oleh bangsa Romawi, pada sekitar abad-11. Kota ini aku menyebutnya sebuah kota serbaguna, karena selain sejarah dan budaya, mode juga pelajar numpuk jadi satu di kota Maastricht. Mahasiswa yg dateng dari segala penjuru dunia, selain Bahasa Belanda, Bahasa Inggris akan banyak di gunakan, terutama di pusat kotanya. Ini akibat banyaknya pelancong dan pelajar asing yang tinggal di kota ini.

Tentu saja, aku pernah menuliskan tempat-tempat wisata apa saja yang wajib di kunjungi jika kamu berada di kota Maastricht, ingin tau tempat wisatanya, coba klik artikel tersebut disini. 

Ada lagi…. .

Siang itu, di bulan Agustus 2017, cuaca terik sekitar 22 derajat celcius, langit terlihat biru dan sengatan matahari menggodaku untuk segera mengambil tempat duduk di sebuah cafe di pusat kota Maastricht.

Well, kota Maastricht, kota yang tidak jauh ke negeri tetangga, negara Jerman. Jika kamu berada di kota ini, coba kunjungi kota Vaals Belanda dan kota Achen di Jerman. Kedua kota sangat patut di kunjungi jika kamu kebetulan jalan-jalan ke kota Maastricht. Dengan mengendarai kendaraan, dari kota Maastricht ke Achen cuma berdurasi lebih kurang 30 menitan. Dan kamu sudah berada di luar negeri, yaitu di kota Achen, negara Jerman.

 

“DUA KOTA PATUT DI KUNJUNGI JIKA KAMU BERADA DI KOTA MAASTRICHT”

Begitulah judul yang aku beri diatas. Yuk, kita simak kedua kota-kota tersebut, dimana saja ya?

Postingan koleksi foto ada juga di Facebook 2017-Aachen, Germany. Yuk, kita cek apa kata teman-teman mengenai kota-kota ini

 

#1.  VAALS, BELANDA.

Secuil ulasan tentang desa Vaals. Desa terletak di bagian Tenggara propinsi Limburg, negara Belanda. Tepatnya lagi, desa berada di tiga titik antara Belgia dan Jerman. Desa Vaals berisi sekitar lebih dari 7000 jiwa penduduk. Desa berada di bagian sebelah Barat kota Achen Jerman, sehingga tidak heran kalau banyak penduduk desa Vaals yang wira-wira pergi kerja dari Belanda ke Jerman, ini karena desa Vaals sangking dekatnya dengan Aachen-Jerman. Maka banyak penduduk Vaals yang selain menguasai Bahasa Belanda, mereka juga bisa berbahasa Jerman.

High tea… .

High tea, begitulah tujuan utamaku. Lagi-lagi dapat undangan untuk ber-high-tea ria di salah satu hotel ternama, yaitu hotel Kasteel Bloemendaal, hotel berbintang bernuanasa kastil di desa Vaals. Kadang kala hotel ini menyelenggarakan high-tea dengan biaya yang sangat terjangkau, yaitu €25 selama 2 jam. Lokasi teduh, segar nan alami. Selama 2 jam aku bebas menyicipi berbagai manis-manisan kue basah.

Penasaran, kapan saja sih ada acara high-tea lagi?

Jika kamu berminat atau sekedar cek-ricek, why not? Gak ada salahnya untuk mencari tau di situs resmi mereka dalam Bahasa Inggris di Hotelbloemendal. 😉

 

#2.  AACHEN, JERMAN.

Aachen, kota yang hanya beberapa kilometer dari desa Vaals, seperti yang aku sudah sebutkan di atas, poin #1.

Kota Aachen adalah kota populer di negeri Jerman. Maka gak heran, kalau banyak penduduk Belanda yang sekedar menghabiskan waktu akhir pekannya ke kota Aachen.

Shopping.

Bagi para emak-emak, katanya sih kota Aachen kota yang enak untuk di ajak berbelanja. Selain harganya terjangkau, kwalitas barang bagus pula. Hayo dicoba-dan-dicoba. 😉

Aachen Chatedral. 

Di dalam kota Aachen ada sebuah gereja tua, Aachen Chatedral.

Adalah Gereja Romawi milik umat Khatolik, sebuah gereja tertua di Eropa. Gereja di dirikan atas perintah Kaisar Charlemagne, yang kemudian Gereja di jadikan sebuah induk gereja keuskupan Aachen sejak tahun 1802.

Gereja Aachen telah menjadi tujuan menarik bagi wisatawan juga ribuan peziarah yang datang dari seluruh dunia.

Jika ingin tahu lebih lanjut, coba klik pada situs resminya di Aachen Chatedral

Dan foto di bawah ini adalah sebuah miniatur yang di hadiahkan oleh badan UNESCO. Miniatur terletak persis di samping gereja.

Masuk ke dalam gereja tidak dikenakan biaya. Namun, ada sebuah kotak donasi yang di sediakan bagi pengunjung yang berniat mendonasikan.

Memasukkan jari-jari ke dalam bak, dan di sapu ke muka.

Di bawah ini adalah satu bak terbuat dari batu yang nempel di dinding gereja. Sebelum jemaah memulai do’a biasanya mereka menyentuh air dengan jari-jari mereka yang kemudian jari-jari basah tersebut di sapu ke wajah, dengan cara umat Khatolik.

Memotret isi gereja

Jika ingin memotret isi gereja, akan dikenakan biaya €1. Setelah melunasi biaya tersebut, petugas gereja akan melilitkan gelang kertas di lengan, yang mengartikan bebas untuk memotret isi-isi gedung.

 

Brosur

Di dalam gereja tersedia brosur tentang sejarah Aachen Chatedral, hanya dengan menyumbangkan €0,50 cent saja, bagi yang ikhlas. Brosur tersedia dalam berbagai bahasa, ini diketahui lewat simbol dari lambang bendera masing-masing negara yang tartera di halaman depan brosur.

Informasi Aachen Chatedral aku kutip lewat brosur ini.

Burung Elang Hitam

Masing-masing negara memiliki simbol sendiri. Burung Garuda adalah lambang dari negara Indonesia. Dan Burung Elang hitam adalah lambang dari negara Jerman. Maka itu, aku sengaja memotret lambang dari negara Jerman, yaitu si burung Elang Hitam di bawah ini.

Bombon cirikhas kota Aachen.

Di dalam pusat kota Aachen ada satu toko yang menjual bombon, choclote yang tokonya selalu ramai oleh pengunjung. Selain itu, toko ini juga menyediakan cafe bagi para pengunjung yang hanya sekedar untuk ngopi di barengi manis-manisan. Aku heran, tempat ini memang selalu ramai. Ternyata, kabaranya Nobis Printen adalah toko yang menjual bombon paling enak di kota ini. Silahkan di coba sendiri jira kamu berada dikota ini. 😉

Transportasi.

Aku pernah menuliskan mengenai hal angkutan umum, coba klik pada linknya di angkutan umum di Belanda. Karena aku berkunjung ke kota Aachen dengan kendaraan pribadi, maka aku gak bisa banyak kasih informasi tentang kendaraan menuju Aachen. Toh, jika teman-teman germinar dengan kendaraan umum, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, siapa tau aku bisa bantu cari tahu.

Cuaca.

Hal cuaca, biasanya untuk daerah Eropa seperti Belanda dan Jerman udaranya tidak jauh berbeda. Jika datangnya dari bulan Juni s/d Agustus, limpahan cerah sinar matahari tidak akan kekurangan. 😉

Begitulah ulasan “Dua Kota Patut Dikunjungi Jika Kamu Berada Di Kota Maastricht – Belanda”.

Semoga ini bermanfaat!

 

Elly Prachtig

Ellyprachtig.blog

Sumber: Foto pribadi dan sebagaian informasi di ambil dari brosur yang aku trima.

 

 

 

 

Iklan

1 reply »

Leave a Comments

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s