Nusa Tenggara Timur

Menikmati Suasana Alam Yang Belum Terjamah Di Pulau Kelor – Flores (Day 1)


Ellyprachtig.blog – Tiba di Bandara Udara Komodo, bandara yang terletak di kota Labuhan Bajo, kepulauan Flores, propinsi Nusa Tenggara Timur – Indonesia.

aainsta001Featured7

Hari ke-1: Aku bersama rombongan yang sama,12-orang peserta dan guide lokal yang sama pula.

Bandara Udara Komodo – di kota Labuhan Bajo.

Bukingan tur Flores yang sudah jauh-jauh hari aku buking. Setiba aku di pintu kedatangan, ternyata belum semua 13 peserta yang hadir. Memang sudah ada beberapa. Sambil menunggu peserta lain tiba, kami pun para peserta yang sudah ada, saling memperkenalkan diri satu sama lain.

Pesawat terbang Garuda Airlines segera mendarat di kota Labuhan Bajo. Aku sempatkan mengambil gambar pemandangan lewat jendela di samping kursiku.

Semakin rendah posisi pesawat yang aku tumpangi, semakin dekat pula gambar yang aku ambil.

 

Dari Bandara Udara Komodo – menuju Pelabuhan Labuhan Bajo.

Akhirnya semua peserta sudah kumpul. Total rombongan 13-orang yang siap melanjutkan perjalanan. Berangkat dari Bandara Udara Komodo, abang Emanuelle Bye (Eman) memboyong kami menuju kendaraan, yang siap membawa kami ke Pelabuhan, di kota Labuhan Bajo.

Layaknya Tour Guide, bang Eman menerangkan tentang kota ini. Kota Labuhan Bajo yang berada di kecamatan Komodo, kabupaten Manggarai Barat, propinsi Nusa Tenggara Timur-Indonesia. Sedangkan Pulau Flores, berasal dari Bahasa Portugis berarti “bunga”, begitu kata bang Eman. Di dalam Kabupaten Manggarai Barat terdapat suku-suku yang salah satunya Suku Bugis dan Suku Bajo. Mata pencaharian suku Bajo mayoritas pelaut, bertani juga berdagang.

Setiba di pelabuhan Labuhan Bajo, kamipun sibuk memasukkan barang-barnag bawaan ke dalam boat. Di dalam boat ini kami bermalam, yang kemudian melanjutkan perjalanan dari Labuhan Bajo ke Pulau Kelor.

Dengan fantasias, pemandu lokal kami abang Emanuelle Bey, mengeluarkan peta Pulau Flores, yang kemudian menerangkan dimana kami berada.

 

Aku duduk di ujung depan boat. Seolah pikirnku ikut terbang bersama angin yang setiap saat menghamipiriku. Bagaikan seorang bayi, tanpa beban pikiran… 😉

Dalam perjalanan terlihat pemandangan indah, pemandangan alam yang belum terjamah. Pulau Flores, pulau yang memberikan sejuta pesona. Pulau yang menyuguhkan kedamaian bagi yang menikmatinya.

Makan siang yang termasuk dalam paket tur. Dengan menu khas Indonesia, nasi putih+kerupuk+ayam kecap dan tumisan sayur hijau.

Suasana ini menjadi sebuah kenangan, makan siang bersama di dalam boat, kenangan indah yang tidak bisa di lupakan begitu saja.


Dari pelabuhan Labuhan Bajo – Menuju Pulau Kelor

Perjalanan dari pelabuhan Labuhan Bajo menuju Pulau Kelor memakan waktu lebih kurang 1 jam dengan boat. Lagi-lagi group-pic, bahagia tiada duanya.

Cuaca terik pada saat itu membuat kami ngos-ngosan naik sampai ke atas. Jarak treking dari bawah sampai ke atas kurang lebih 30 menitan. Medan menuju ke atas sama sekali tidak landai, nanjak ke atas. Maka dari itu, pakailah sepatu yang nyaman untuk jalan kaki dan treking.

Tengah perjalanan kami berfoto bersama abang Eman dan Utary.

Setelah kami puas dengan pemandangan diatas, kami pun turun ke bawah. Aku masuk ke salah satu boat pemilik warga lokal, sambil acting di belakang kamera, ninting buah kelapa.

Pasir di Pantai Pulau Kelor sangat putih dan halus. Tidak heran, kalau banyak pecinta dan gosip yang heboh tentang pulau ini.


Warga lokal dagang suvenir. Menurut si Pedagang bahwa kalung ini adalah dari batu mutiara asli. Aku enggak beli dagangannya, karena kurang percaya akan keaslian batu mutiaranya.

Warga lokal yang sudah terbiasa bakar ikan. Mancing ikan langsung dari laut.

Setelah ikan di pancing, ikan pun siap di bakar. Suasana bakar-bakar ikan begini enggak terbayangkan keharmonisannya. Ikan yang masih segar, tentu protein yang ada di dalam ikan mungkin jauh lebih berkwalitas dibandingkan ikan bakar yang di sajikan di restoran mewah.

Tawa lebar yang dipamerkan oleh sekelompok pembakar ikan terlihat lepas. Sambil mereka bakar-bakar ikan, aku pamit ke mereka, untuk di foto.

Terakhir dari perjalanan ini, aku sempatkan untuk berpose-ria di bawah pohon rindang. Acting lagi di belakang kamera. 😉 Sinar matahari pada saat itu melimpah. Panasnya nyenggat!!!!

Melumuri kulit tubuh dengan krim Sunblock selama dalam perjalanan, SANGAT DI REKOMENDASIKAN!!

Beginilah cerita singkat perjalananku mulai dari Bandara Komodo Labuan Bajo hingga ke Pulau Kelor. 

Jika membutuhkan guide lokal untuk trip kemari, mungkin  nomor telefon Abang Emanuelle Bey bermanfaat. Nomor beliau adalah +62(0)82175703678.

Semoga bermanfaat!

 

Elly Prachtig

Ellyprachtig.blog

Sumber: Keterengan tentang kota, berdasarkan keterangan tour guide.

Iklan

7 replies »

  1. Ini baru pas hari pertama, totalnya 6 hari semua paket komodo Flores. Klo kamu mau aq akn kenali sama guidenya, mungkin jg ada opentrip lagi.
    Bytheway, aq tidak punya travel agent, aq cuma travel blogger. Thank u uda mampir k blog ku.. 😊👍

    Suka

  2. Seru banget kuliat, ini yg kamu bilang satu paket komodo-flores, Ly. Klo ambil paket komodonya aja bisa gak ly pakai tour agent mu? Klo mendadak ikut pas udah di labuan bajo bisa?

    Disukai oleh 1 orang

    • Ini baru pas hari pertama, totalnya 6 hari semua paket komodo Flores. Klo kamu mau aq akn kenali sama guidenya, mungkin jg ada opentrip lagi.
      Bytheway, aq tidak punya travel agent, aq cuma travel blogger. Thank u uda mampir k blog ku.. 😊👍

      Suka

Leave a Comments

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s