Bali

Berenang Menyeberangi Sungai, Gua Beji Guwang


Menyewa mobil sekaligus Pak supir, yang dalam satu hari itu kami berkunjung ke salah satu wisata Gua Tersembunyi Beji Guwang.

Sekitar pukul 9 pagi waktu setempat, mobil yang kami tumpangi tiba di lapangan parkir tempat wisata ini.

Tiba-tiba seorang lelaki setengah baya lokal menghampiri pintu mobil kami. Beliau menanyakan, apakah kami ingin masuk kedalam Gua Bejiguwang. Singkat cerita, ia pun memboyong kami langsung menuju loket tempat pembayaran. Biaya tiket masuk dikenakan Rp. 15.000 per orang. Di tambah Rp. 100.000 fee buat seorang guide lokal. Berapapun peserta, di rekomendasikan untuk menggunakan 1 orang pemandu lokal selama trekking.

Sebelum memasuki Gua Beji Guwang, karyawan yang bekerja di loket menginformasikan bahwa loker tempat penyimpanan barang-barang bawaan juga tersedia. Seperti loker untuk penyimpanan sepatu, baju tas dsb. Pada saat itu kami membangkang tidak menggunakan jasa loker. Menyesal!!!

Suasana sebelum kami memasuki Gua Bejiguwang.

Terlihat suasana alam nan pedesaan disekitar membuat hati menjadi adem.

Susunan batu dibawah ini membuatku penasaran. Susunan batu apakah ini? Menurut Bli Capung,  susunan batu ini adalah sebuah mark point, ibaratkan tanda panah yang harus diikuti, agak tidak nyasar.

Berenang dengan kaki telanjang, sambil mengagumi akan keajaiban isi Gua Beji Guwang bersama pemandu lokal *Bli Capung. Yang menurut Bli Capung perjalanan menuju Canyon 1 akan memakan lebih kurang 1 jam perjalanan.

Gua Beji Guwang, adalah sebuah Gua tersembunyi. Gua di temukan sejak dua tahun terkahir ini.

Menurut Google map, Gua Bejiguwang terletak di Jalan Sahadewa, Banjar Wangbung, Guwang, Sukawati, Guwang, Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali 80582, Indonesia.

Bli Capung, pemandu lokal yang setia melindungi kami. Selama dalam 1 jam perjalanan, ia memberikan  waktu buat kami beristirahat. Sambil beristirahat, Bli Capung mulai menceritakan tentang populernya tempat wisata Gua Beji Guwang. Tempat ini  yang awalnya di temukan oleh seorang Guru sekolah, warga lokal. Yang kemudian Guru sekolah tersebut menyebarkan tentang keindahan akan tempat ini kepada warga sekitarnya.

Baju basah, ini yang membuat kami sangat menyesal, kenapa tidak menyimpan barang-barang kami di loker saja. Maka ini adalah satu pelajaran. Di himbau buat kamu yang ingin berkunjung kemari, pergunakanlah jasa loker. Kalau tidak salah, biaya loker sudah termasuk tiket masuk. Aku tidak pakai jasa loker. Maaf, sehingga aku tidak bisa memberi informasi banyak tentang ini.

BARANG YANG SANGAT REKOMEN UNTUK DIBAWA SEBELUM KEMARI:

  • Baju berenang, atau pakaian ganti.
  • Handuk
  • Tas yang waterproofbag.

Bli Capung, pemandu sekaligus fotografer pribadi ;-), memotret bagian ini, ia mengatakan ini adalah batu yang menyerupai kepala tengkorak. Setelah aku perhatikan dengan teliti, ternyata benar terlihat adanya 2 mata, bayangan hidung dan mulut.

Akhir bulan Juni 2017 kami kemari, beginilah suasana air dan pemandangannya. Warna airnya agak kecoklatan.

Untuk mencapai Canyon 1, air tingginya hingga selutut. Dan jika terus berjalan sampai ke Canyon terkahir, yaitu Canyon 3, airnya bisa naik setinggi lebih dari 1 meter. So, mau tidak mau harus berenang. Kami hanya sampai di Canyon 1 saja, tidak melanjutkan ke Canyon 3. Buat aku, Canyon 1 saja sudah cukup. Bagi petualang sejati yang gemar memompa adrenalin, silahkan lanjutkan ke Canyon 3.

“Kalau air sungai pasang, akan ada pemberitahuan, sehingga tempat wisata Gua Beji Guwang akan di tutup untuk sementara”, tambah Bli Capung kepada kami.

Destinasi ini cocok untuk para traveler muda, yang tentunya memiliki kondisi fisik yang fit. Ini karena perjalanan harus melewati batu-batu besar, dan terdapat di beberapa spot yang airnya agak sedikit keras.

Pemandangan alamnya sangat segar, indah. Di tambah suara aliran gemercik air sungai.

Tiba di pagi hari meleluasakan kami untuk berselfi-ria. Pagi itu kami adalah pengunjung pertama, belum ada pengunjung lain yang datang. Maka itu, datanglah sepagi mungkin jika ingin bebas berselfi. Jam buka setiap hari mulai pukul 8 s/d 17:30 waktu setempat.

Keluar dari wisata Gua Beji Guwang, kami harus melewati sawah-sawah serta tampak rumah-rumah penduduk desa sekitar. Bahagia rasanya, bisa berjalan di atas benteng jalan yang sudah di semen ini.

Tidak lupa, mari kita bersama-sama mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada jasa Media sosial yang terus-menerus membawa nama destinasi ini, hingga namanya berdengung keras ke telinga kaum traveler sejagad raya.

Semoga informasi diatas bermanfaat.

*Bli (panggilan untuk seorang lelaki lebih tua, di Bali)

Iklan

6 replies »

Leave a Comments

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s