Medan

Ayo Melalak Ke Medan! 8 Tempat Wisata Patut Dikunjung Jika Kamu Berada Di Kota Ini


Ellyprachtig.blog – Medan, kota metropolitan ini adalah ibukota dari propinsi Sumatra Utrara. Di kota ini aku di lahirkan dan di besarkan. Kota terbesar nomor tiga ini ternyata memiliki segudang misteri. Misteri akan keindahan destinasi wisatanya.

Alasan ini, mengapa traveler patut singgah ke daftar destinasi dibawah ini, jika traveler berada di kota Medan.

Sekelumit tentang siapa gerangan si kota Medan. Di dalam kota ini terdapat berbagai macam suku dan beragam pemeluk Agama pula. Bagi suku Jawa, kerap di juluki “Pujakesuma”, kepanjangannya Putri/Putra Jawa Kelahiran Sumatra. Seperti Aku contohnya, aku adalah Pujakesuma.

Sering orang menanyaiku, darimana asal Jawaku. Aku enggak tahu. Turun-temurun keluargaku sudah berdomisili di kota ini, berpuluh-puluh tahun malahan. Akibat dari ini, aku enggak tahu asal Jawaku dari Jawa mana. Hiks.. . ;-(

Eits, meskipun demikian, aku masih bisa ngomong Jowo loh. Meski logat Medan masih tetap lengket. Dan logat Medan ini akan tetap lengket selamanya! Aku cinta logat Medan! Haha.

Akses menuju pintu negeri jiran Kuala Lumpur Malaysia dari kota Medan lebih dekat. Hanya memakan 1 jam bersama dengan maskapai penerbangan apa saja. Ini salah satu motif, kenapa traveler harus berkunjung ke kota ini. 😉

Berkaitan dengan bandara udaranya. Bandara udara Internasional Kuala Namu, bandara yang mulai beroperasi di pertengahan tahun 2013. Interiur di dalam gedung cukup mewah. Bahkan, bandara ini dinobatkan menjadi bandara udara terbesar nomor 2 di Indonesia. Jadi, bukan sembarang bandara loh.

Kebetulan aku ada dokumentasi foto tentang bandara udara ini, coba cek di Facebook 2013-Kuala Namu International Airport, IND

Capek ah nulis terus. To the point saja yuk, ada apa sih sebenarnya di dalam Kota ini? Mari kita rame-rame cek daftar dibwah ini:

#1  Mesjid Raya

Mesjid Raya terletak di daerah Jl. Sisingamangaraja, di kota Medan. Mesjid memiliki pintu megah, plafon menjulang tinggi dengan hiasan ukiran. Gedung sengaja di desain ala gaya-Maroko ini di dirikan oleh seorang Sultan pada tahun 1906.

Kalau traveler sudah berada di kota Medan, tempat wisata ini wajib di kunjungi. Mengenai hal jam buka, yaitu setiap hari mulai dari pukul 09:00 s/d 17:00 waktu setempat (kecuali jam ibadah).

Untuk menghormati keagungan rumah ibadah ini, para pengunjung yang mengenakan celana atau baju di atas lutut, maka di wajibkan memakai sarung yang telah di sediakan.

Tepatnya di gerbang utama terdapat satu loket yang mengurus urusan tiket masuk. Jika traveler masih penasaran ingin lihat beberapa koleksi fotoku, coba klik di Facebook 2013-Grand Mosque Medan, IND

#2 Istana Maimun

Istana Maimun, bangunan khas Melayu memiliki 30 kamar-kamar. Bangunan ini di dirikan oleh Sultan Deli pada tahun 1888.

Pada tahun 2015, Sultan Arian Mahmud Lamanjiji yang baru berumur delapan tahun di nobatkan sebagai Sultan Deli yang ke-14. Alasan penggantian posisi ini dilakukan, karena almarhum Ayahnya yang meninggal akibat kecelakaan pesawat. Kabarnya, beliau adalah Sultan termuda dalam sejarah Deli. Hingga saat ini beliau tinggal bersama Ibunya di Sulawesi.

Di dalam Istana Maimoon tersedia pakaian tradisional melayu yang boleh disewa, sembari berfoto duduk di Kursi Raja, traveler berubah seketika itu juga menjadi Ratu atau Raja Melayu sehari. ;-).

Tahun 2013 aku berkunjung ke Istana Maimoon, aku melihat bahwa di bagian belakang gedung Istana Maimoom masih tinggal sanak keluarga dari keluarga Sultan.

Dokumentasi foto kebetulan tidak ada, makanya aku tidak dapat melampirkannya.

#3  Rahmad Internasional Wildlife Musum & Gallery

Sebuah wisata pendidikan, Rahmat Internasional Wildlife Museum & Gallery yang terletak di Jl. S. Parman di kota Medan.

Bapak H. Rahmat Shah, seorang pecinta alam, gemar berburu dan konservasionis. Beliau adalah seorang pendiri dari Museum ini. Dimana peresmian Museum di lakukan pada tanggal 14 Mei 1999.

Menurut informasi RahmatGallery, bahwa Gallery ini adalah satu-satunya di Asia yang memiliki memilik ± 2000 species dari berbagai Negara.

Wista museum yang sangat patut di kunjungi. Juga sangat ideal jika ini dihadiahkan kepada anak sekolah yang sedang menikmati masa liburnya.

Di tahun 2015 aku berkunjung kemari. Dan, sangat kagum akan insiatif Bapak Pendiri. Tidak lupa, koleksi foto tentang Gallery ini, aku tetap dokumentasikan, traveler bisa klik Facebook 2015-Rahmat Gallery, IND.

#4 Vihara Gunung Timur

Vihara Gunung Timur adalah kelenteng Tionghoa yang terbesar di kota Medan. Temple terletak di jalan Hang Tuah, dan di bangun pada tahun 1962.

Berdasarkan pengalamanku di tahun 2013 traveler di perbolehkan masuk kedalam, dan juga mengambil foto isi dalam Klenteng. Namun tetap jangan lupa, permisi sebelumnya dengan penjaga atau karywan yang ada disitu. Jika ingin lihat koleksi perjalananku waktu itu, coba cek di Facebook 2015-Vihara Gunung Timur, IND.

#5 Graha Maria Annai Velangkani

Basilika Annai Velangkani di buka pada tahun 2005 di kota Medan. Kata berasal dari Bahasa Tamil, “Annai” berarti Ibu dan Velankani adalah nama sebuah Desa yang terletak di daerah Tamil Nadu, India Selatan.

Lokasi Basilika ini berada di luar kota. Aku tidak melihat adanya angkutan umum masuk kemari. Mungkin lebih baik kalau traveler datang kemari dengan bersepeda motor. Atau coba cek situs resmi Annai Velangkani untuk informasi how to get here.

Basilika Annai Velangkani selalu di penuhi wisatawan lokal, terutama para pelajar. Berdasarkan pengalaman kunjunganku tahun 2015, traveler di izinkan masuk ke dalam rumah ibadah, sambil mengambil foto.

Masih penasaran juga ingin lihat koleksi perjalananku waktu itu, coba cek di Facebook 2015-Annai Velangkanni, IND

#6 Ternak Buaya Asam Kumbang

Taman Buaya Asam Kumbang, berawal dari hobi Lho Tham Muk, warga lokal pada tahun 1959 hingga kini merupakan obyek wisata yang di datangi cukup banyak pengunjung dari berbagai kebangsaan.

Taman Buaya, adalah taman penangkaran reptil buaya terbesar di Indonesia. Taman memiliki sekitar 2500 buaya-buaya dengan berbagai ukuran, termasuk buaya yang telah berumur empat puluh tahun.

Biasaya, sekitar jam 4-5 petang waktu feeding-time, yaitu waktunya buaya diberi makan. Lebih asik kalau datangnya pada jam segini, bisa lihat bagaimana buaya-buaya dikasih makan. Aku pernah menyaksikannya, puluhan ayam dan bebek hidup-hidup di lempar ke kolam. Mereka histeris minta tolong karena mulut-mulut buaya menganga siap menampung hidangan makan malamnya. Berhubung aku tidak mendokumentasi foto, maaf kalau foto tidak dapat di lampirkan.

Taman di buka setiap hari mulai dari pukul 09 s/d 18:00 waktu setempat.

Taman Buaya terletak sekitar 5 kilometer dari pusat kota Medan. Aku juga kemari bersepeda motor.

#7 Danau Toba di Parapat

Danau samudra biru, biasa di panggil dengan Danau Toba, yang telah menjadi bagian dari cerita rakyat selama puluhan tahun. Menurut informasi yang sudah tidak asing lagi, bahwa danau ini adalah danau terbesar untuk Asia Tenggara.

Di tengah-tengah hamparan, terletak sebuah pulau, yaitu Pulau Samosir. Konon, pulau terbentuk akibat letusan gunung api sekitar 75.000 tahun yang lalu. Mayoritas penghuni pulau ini adalah suku Batak berumat Kristen.

Oia, lazimnya di Indonesia, bahwa sepeda motor kerap pakai oleh masyarakat sehari-hari. Maka enggak heran, jika kedai penjual bensin bertebaran.

Sedangkan Parapat, adalah kota tempat titik tolak keberangkatan kalau mau menuju Danau Toba. Di kota ini dapat ditemukan informasi untuk segala kebutuhan transportasi, mesin ATM jika mau tarik uang tunai, dan agen-agen yang melayani tiket.

Danau toba memiliki desa-desa yang sangat patut di kunjungi, seperti:

DesaTomok, kalau mau lihat makam Raja Sidabutar

Desa Ambarita, kalau mau lihat kursi batu yang berusia 300 tahun.

Desa Simanindo, kalau mau lihat Museum Huta Bolon Simanindo

Transportasi Menuju Kemari:
Danau Toba terletak di luar kota Medan, akan memakan waktu sekitar 4-5 jam perjalanan. Kalau naik bus atau kendaraan umum, dari Medan pergi ke Terminal bus Amplas. Cari loket-loket bus yang menjual tiket bus ke Prapat. Jangan beli tiket dari calo, belilah langsung dari tiket resmi yang menyediakan tiket ke Parapat. Atau yang lebih bagus lagi, pergi ke daerah Jl, Sisingamangaraja. Daerah ini terdapat banyak loket-loket yang menjual berbagai tiket untuk jenis transportasi, seperti bus umum, bus pariwisata, atau kendaraan yang berisi 4-5 penumpang. Mengambil cara ini jauh lebih aman dan nyaman dibandingkan harus ke Terminal bus Amplas.

Cerita berdasarkan pengalamanku tahun 2013.

Jika ingin lihat koleksi perjalananku waktu itu, coba cek di Facebook 2013-Lake Toba, IND.

#8 Orang Utan di Bukit Lawang

Sebuah kota imut Bukit Lawang berada di kecamatan Bahorok. Bukit Lawang berada di sekitar 96 km dari kota Medan. Bukit Lawang termasuk dalam lingkup Taman Nasional Gunung Leuser, yang merupakan daerah konservasi terhadap mawas orang utan.

Akhir tahun 2003, Bukit Lawang di landa tragedi banjir bandang yang menyebabkan ratusan rumah penduduk serta wisma-wisma penginapan di tepian sungai Bahorok hancur lebur. Fenomena ini yang menyebabkan industri pariwisata menurun. Kabarnya, wisata Bukit Lawang kembali bangkit. Jika traveler gemar masuk hutan, ada banyak pemandu wisata yang siap untuk di ajak bertandang berkenalan dengan Orang Utan.

Lagi-lagi berdasarkan pengalaman masa silamku berkunjung kemari, transportasi umum yang aku pakai, aku ambil lewat loket pelayanan transportasi umum yang berada di daerah Jl. Sisingamangaraja.

Sayangnya, kunjunganku yang sudah berkali-kali ke Bukit Lawang tidak meninggalkan jejak berupa foto. Maka dari itu foto di bawah ini aku culik dari seorang mantan kerabat kerja, pemandu wisata spesialis Sumatra, Rachmad Rini.

Semoga cerita diatas bermanfaat. Cerita berdasarkan pengalaman tahun 2013.

 

Salam manis,

EP Your Tour Leader

 

Sumber: lonely planet dan wikipedia.

 

Iklan

Leave a Comments

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s