Utrecht

Wisata Ke Museum Kereta Api Di Kota Utrecht


Wel, ceritanya jalan-jalanlah ke Spoorwegmuseum.
Sebuah Stasiun Kereta Api, berada di gedung Het Maliebaanssattion Utrecht Belanda. Museum diresmikan di gedung ini pada tahun 1954, memiliki berbagai jenis kereta-kereta. Bahkan di sini ada kereta yang berumur lebih dari 100 tahun. Juga bisa lihat kereta yang di rangkai dengan kereta kayu yang antik, lokomotif uap, dan diesel yang juga antik.

Pokoknya, enggak rugi kemari. Selain itu, atraksi-atraksi yang ada disini mantap loh. Obyek wisata yang sangat patut di kunjungi, apalagi bawa anak-anak. Ingat-ingat ruang tunggunya, aku masih aja jatuh cinta sama ruang tunggu ala model kuno ini… . 😉

Biaya tiket masuk €16, dengan biaya ini Traveller sudah bisa mengikuti semua atraksi yang ada di dalam museum.  Jika Traveller datang kemari, jangan lupa cek jadwal angkutan umum di Belanda. Untuk informasi lanjut tentang museum ini, Traveller bisa cek situs resminya di sini

Well, di situs cuma ada Bahasa Belanda. Namun, karyawan museum dapat membantu pertanyaan Traveller dengan Bahasa Inggris. Enggak susah kok.

Di dalam museum ada De Arend, sebuah replika dari lokomotif uap tahun 1839. Pada zaman dahulu kereta api di Belanda sangat berguna sekali.

Biarkan aku cerita dulu tentang perjalananku menuju kereta api De Arend.

Kami sebagai penumpang di boyong ke dalam suatu ruangan, yang semua penumpang sudah di lengkapi dengan sebuah head-phone. Selain Bahasa Belanda, keterengan juga tersedia dalam Bahasa Inggris.

Singkat cerita…. , bak time-traveller… .

“Kami travelling dari Belanda naik kereta dari tahun 2017 ke tahun 1839…. .”

Saat berdiri dalam ruangan. Di dalam ruangan aku lihat ada sebuah analog-calender yang tergantung di dinding. ‘Tik…tik..tik..”,  suara detikan perubahan angka tahun pada analog-calender perlahan berubah dari tahun 2017 ke tahun 1839.

Tiba-tiba kereta api berhenti… . Enggak terasa, kami uda tiba di tahun 1839.

“Kreek..”, pintu ruangan pun terbuka… para penumpang di persihlahkan keluar. Begitulah aba-aba yang kami dengar lewat head-phone.

Begitu pintu terbuka… kami tiba di suatu tempat. Tempat yang aku merasa berada di salah satu kota Antah-Berantah. Mata dan raut wajahku melongok, mulutku terngangak lebar, takjub akan keindahan kota kuno ini. Kota Antah-Berantah… aku benar-benar berasa berada di tahun 1839.

Di bawah ini beberapa foto dari sebuah kota Antah-Berantah pada tahun tersebut. Disitu aku lihat replika Kereta Api Arend terduduk — di kelilingi oleh keindahan desa-desa sekitar.

Setelah keluar dari lingkungkan kereta De Arend, kami menjelajahi satu tempat, di mana Orient Expres berada. Orient Expres biasa di kenal sebuah kereta api mewah, replika ini ada juga di dalam museum — konon rute Orient Expres berangkat dari Paris ke Istanbul, Turki.

Museum cukup luas. Bermacam-macam ruangan yang akan membawa kita ke zaman tempo dulu.

Kalau capek di dalam museum tersedia restauran. Ngopi sebentar disini, setelah itu baru lanjutkan kembali berkunjung ke bagian atraksi lain.

De Vuurproef

Do not skip this part! Awesome! Setiba Traveller di De Vuurproef, Traveller akan di jelaskan oleh karyawan museum, atraksi apa yang akan Traveller ikuti.

Wah, atraksi ini seru!! Waktu itu kami bertiga. Mengendarai lokomotif uap yang tur kami ini jauuuuh sekali.

Aku ceritai sedikit ya…

Ceritanya kami bertiga. Nah, satu temanku bertugas sebagai operator dari lokomotif atau Masinis, ia yang menarik regulator sehingga lokomotif bergerak mendesah-desah. Sedangkan tugasku sebagi stoker (si tukang api), karena lokomotif menggunakan bahan bakar berupa kayu bakar atau batu bara). Dan satu lagi temanku ditugaskan sebagai tukang injak rem.

Dengan lokomotif uap ini, kami bertiga bak petualang kelas kakap. Naik kereta uap (setir sendiri) dari Belanda tur dari satu negara ke negara lain. Bayangkan, tur ke beberapa negara jauh dengan kereta api lambat. Impossible! 😉

Singkat cerita, di tengah perjalanan, kami melewati berbagai pemandangan yang menakjubkan. Kami lewati Egypt, Switzerland dan lain-lain. Pokoknya, kami berpetualang yang sangat jauuuuh sekali.

Uhm, ternyata pemandangan yg luar biasa indah tadi, cuma layar universal 3D ha-ha. Tapi, aku sempet merinding loh… gak kuat, serasa berada di alam nyata. 😉

Sebetulnya semua alat (rem, regulator) tidak aktif, ini hanya peraturan permainan belaka. 😉

 

 

 

Iklan

Leave a Comments

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s