Eropa Tengah

8 Tempat Wisata Pendidikan Yang Patut Di Kunjungi Jika Kamu Di Berlin


Berlin adalah sebuah kawasan pusat metropolitann tersibuk di Eropa. Kota terbesar di Jerman atau Germany dalam Bahasa Inggris, juga kota terbesar kedua di Uni Eropa setelah London. So, ini adalah kota yang worth it di kunjungi!

Well, mau menghabiskan masa pekan, kemana ya? Atau, apakah Traveller masih ada beberapa hari sebelum balik ke Indonesia? Kalau begitu kasusnya, luangkan waktu untuk berkunjung ke kota ini. Kota yang memuat banyak bangunan bersejarah. Terutama, sejarah di zaman Adolf Hitler dan Partai Nazi di akhir Perang Dunia I — tidak akan pernah pupus begitu saja… .

Penglaman journey dari Amsterdam menuju Berlin yang memakan waktu sekitar 5 jam perjalanan dengan kereta api. Aku bersama temanku membeli voucher promo seharga tidak lebih dari €200,- Persis harganya aku sih sudah lupa, karena ini pengalaman journey pada tahun 2013.

Voucher promo ini sudah termasuk penginapan 2 malam di Grand City Hotel. Hotel berbintang **** yang hanya memerlukan 5 menitan naik kereta ke pusat kota dan tempat-tempat destinasi populer. Intinya, harga voucher promo termasuk tiket PP kereta api Amsterdam-Berlin, dan penginapan.

Well, mari kita langsung cerita tentang ke pengalamanku. Spot mantap untuk di kunjungi atau city tour, lihat daftar spot menariknya di bawah ini:

#1 Tembok Berlin atau Berlin Wall

Tembok Berlin, sebuah tembok terbuat dari beton. Tembok pemisah ini di buat oleh Jerman Timur sebagai pemisah antara Berlin Timur dan Berlin Barat. Enggak terasa, 28 tahun yang silam (9 November 1989), hancurnya si Tembok Berlin. Tembok Berlin runtuh, menandai dekade ketegangan sudah usai.

Sebagian besar Tembok Berlin dirobohkan setelah musim gugur. Namun, bagian 1,3 kilometer masih ada sampai sekarang. Dan tempat ini disebut East Side Gallery, yang merupakan sebuah Peringatan Internasional untuk kebebasan.

#2 Checkpoint C atau Checkpoint Charlie.

Nama diberikan oleh Sekutu Barat untuk titik penyeberangan antara Jerman Timur dan Jerman Barat pada masa Perang Dingin.

Selain Jerman Timur membangun Tembok Berlin pada tanggal 13 Agustus 1961, juga Jerman Timur meletakkan tank di Checkpoint pada tanggal 27 Oktober 1961. Artinya, penduduk Jerman Barta yang ingin ke Timur harus melewati titik-titik dengan penjagaan amat ketat, dan bagi penduduk Jerman Timur yang ingin ke Barat sangat tidak mungkin.

Inilah, Checkpoint Charlie atau Checkpoint C adalah sebuah simbol dari Perang Dingin.

#3 Gerbang Brandenburg atau The Brandenburg Gate

Gerbang Brandenburg adalah satu-satunya gerbang yang masih bertahan di Berlin. Setelah kekalahan Jerman dan akhir perang dunia kedua, pemerintah Berlin Timur dan Berlin Barat memperbaikinya bersama. Kendaraan dan warga dapat bepergian secara bebas melalui gerbang, hingga Agustus 1961 ketika Tembok Berlin dibangun.

Pada malam hari, lampu indah terpancar dari gerbang, dan menyinari seluruh kota.

Kalau mau keliling, disini banyak becak yang menawarkan jasa. Cuma bayar sekitar €15, dengan durasi 15 menitan — sudah muter-muter disekitarnya.

Persis di depan Gerbang Bandenburg ada dua orang penjaga, berlagak yang memberikan akses masuk.

Dahulunya, kalau mau masuk dari Jerman Timur ke Jerman Barat wajib visa. Begitu juga dari Jerman Barat ke Jerman Timur. Nah, kalau mau dapat stempel visa jadi-jadian ini, cukup membayar €5 saja.

Di depan Gerbang Bandenburg berdiri seorang bapak ramah, yang akan mencop stempel-visa. Si Bapak punya rasa humor tingkat tinggi hi-hi. Beliau sudah bekerja disini puluhan tahun, menurut beliau. Tidak heran, jika si Bapak “bagian Imigrasi” bisa melepaskan humornya dalam semua Bahasa, juga dalam Bahasa Indonesi. Lucu loh ingat obrolan sama si Bapak ini… . 😉

4# Alexanderplatz

Alexanderplaatz adalah sebuah alun-alun yang sangat luas di pusat kota Berlin. Di sekitar alun-alun juga terdapat banyak shoping mall, dan tempat-tempat tongkrongan. Selain itu, Alex (biasa orang Jerman bilang) adalah pusat stasiun kereta api atau pusat transportasi tersibuk di kota ini. Kalau di Indonesia, tempat seperti ini dijuluki terminal.

Pengalamanku tentang naik-turun metro, kereta ataupun bus selama di Berlin. Aku gak pernah beli tiket. Cuma hari pertama aku beli tiket metro, tapi aku kesel waktu itu, karena enggak pernah ada kondektur. Ngerasa beli tiket sia-sia saja. Ternyata aku dengar, bahwa di Berlin memang tidak ada kondektur yang di tugaskan. Nah, ini berdasarkan pengalamanku, coba Traveler hadapi pengalaman ini sendiri, mungkin kita punya pengalaman yang sama. 😉

5# Memorial to the Murdered Jews of Europe.

Satu blok sebelah Selatan Gerbang Brandenburg masih di lingkungan Friedrichtstad, terletak Memorial to the Murdered Jews atau Holocaust Memorial.

Tempat ini di buka untuk umum, dua hari kemudian setelah berakhirnya Perang Dunia II. Prasasti di bangun sebagai sebuah peringatan akan peristiwa bersejarah, korban Yahudi melawan Nazi yang memakan sekitar 3 juta jiwa. Informasi diperoleh berdasarkan dari Museum Israeli Yad Vashem.

Traveler di izinkan berjalan di antara prasasti-prasati.

6# Shoping di daerah Fredrichstrasse

Jadi kalau dari stasiun kereta Alexanderplatz. Begitu keluar dari kereta naik ke atas (ke luar gedung), sudah dapat Fredrichtstrase, daerah pusat perbelanjaan.

Tidak jauh dari sini, ada satu spot terkenal sebuah shoping mall eksklusif, banyaknya barang-barang bermerek, yaitu Kaufhaus Des Deswestens (Kadewe).

7# Unter den Linden

Bulevard yang selalu ramai oleh para wisatawan. Bulelvard Unter de Linden masih dekat dengan daerah Fredrichstrasse. Intinya, ketiga poin nomor 5-7 saling berdekatan. Para traveler yang hobi belanja atau menjadi “prioritas utama”, jangan lupa mampir ke tiga tempat ini.

8# Sony Centre

Sebuah kompleks yang berisi perpaduan antara toko, pusat konfrensi, hotel, restauran, suite dan kondominium, bioskop dsb. Kompleks ala “Sony Style”, ini di desain oleh seorang arsitek Jerman-Amerika Helmut Jahn. Kompleks di sponsori oleh perusahaan Sony.

Lokasi kompleks Sony Centre persisnya di Postdamer Platz. Kalau mau kemari bisa juga naik becak dari Gerbang Brandenburg. Lihat penjelasannya di poin #3 yang baru aku jelaskan tadi.

Kompleks Sony Centre di buka untuk umum. Ini spot tongkrongan yang paling yahud. Gratis Wifi!! 😉


Ke delapan poin di atas adalah destinasi yang patut di kunjungi apabila traveller berada di Berlin, Jerman.

Transportasi

Untuk transportasi umum di Berlin sangat mudah. Untuk menggampangkan informasi, coba tanya pada resepsionis hotel dimana Traveller tinggal, mereka siap membantu kapan saja.

Salam manis,

EP Your Tour Leader

 

Sumber: Wikipedia

 

Iklan

2 replies »

Leave a Comments

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s