Bali

Tradisi Pemakaman Desa Terunyan | Bali


Ellyprachtig.blog – Desa Terunyan adalah sebuah pedesaan di kecamantan Kintamani, di pulau Bali.

Perjalanan dari Sanur (akomadasi sewaktu di Bali) ke Kintamani pada saat itu memakan waktu yang cukup lumayan, sekitar 1 sampai dengan 2 jam-an, dengan kendaraan.

terunyan

 

♥♥♥    Lewat Kintamani

Menuju desa Terunya, biasanya akan melewati Kintamani. Kemudian dari Kintamani kami pergi menuju ke pelabuhan yang menyediakan transportasi sampan-sampan menuju ke desa Terunyan. Yang katanya, di daerah ini ada adat pemakaman yang cukup unik. Yaitu, warga yang meninggal mayatnya dimakamkan dibawah pohon beringin. Tidak di makamkan sebagaimana umumnya.

Pemandangan Kintamani juga tidak kalah dengan daerah Bali lainnya. Dalam perjalanan bertemu dengan warga lokal dan tradisinya. Sangat mengesankan!

 

♥♥♥    Angkutan sampan bermotor

Perjalan menuju desa Terunyan, tidak ada sedikitpun mengalami kesulitan. Semuanya berjalan dengan lancar. Sekitar 30-45 menit kami sudah tiba di desa Terunyan.

trunyan04

Ada banyak sekali aku dengar, pengalaman dari teman-teman, kalau ada-ada aja si Tukang Ojek ataupun orang-orang yang memberikan informasi yang kurang jelas. Misalnya, membawa penumpang wisatawan ke jalan melalui jalan yang tidak nyaman. Menggunakan rute melalui jalan di tengah hutan, dimana tidak terlihat penduduk disekitarnya. Bahkan ada juga yang bilang, kadang-kadang si Pengemudi Sampan akan menggoyang-goyangkan sampannya pada saat perjalanan menuju ke desa Terunyan, karena mereka meminta uang lebih. Berbagai macam pengalaman yang aku dengar. Alhamdulillah, perjalananku pada waktu itu berjalan dengan lancar sampai ke desa Terunyan. Bahkan, si Pengemudi Sampan juga ramah dan sopan.

 

 

Pemandangan indah selama dalam perjalanan ke desa Terunyan sangat menyenangakan.

 

 

♥♥♥    Secuil ulasan tentang pemakaman Desa Terunyan

Nah, setelah kami tiba di desa Terunyan, kami naik ke atas, dimana seorang Bapak Penjaga tempat tersebut menyapa kami dengan senyuman. Terlihat beliau siap memulai menceritakan tentang keunikan pemakaman di desa tersebut.

Si Bapak Penjaga menceritakan, bahwa bagi warga yang meninggal mayatnya akan di makamkan dibawah pohon beringin. Setelah tubuhnya hancur, tengkorak mayat akan disingkirkan dan diletakkan diatas batu besar.

Karena penasaran, aku meminta si Bapak Penjaga untuk memperlihatkan mayat yang baru. Seperti apakah mayat-mayat itu?

 

trunyan2

 

 

Si Bapak Penjaga mengatakan bahwa tidak semua wisatawan beruntung dapat melihat mayat baru. “Kalian beruntung, kebetulan ada salah satu warga yang baru meninggal 2 hari yang lalu”, kata si Bapak Penjaga.

terunyan3

 

Waktu aku menyaksikan mayat baru tadi, aku tidak merasa takut atau merinding. Kami semua terkagum, karena tempat itu memang tidak menghasilkan bau busuk sedikit pun. “Ini karena aroma wangi yang datang dari pohon Taru Menyan/ pohon beringin besar yang tumbuh di dekatnya”, kata si Bapak Penjaga lagi.

Menurut informasi, bahwa asli suku Bali adalah warga yang tinggal di desa Terunyan ini. Merekalah asli suku Bali.

Apa sih arti dari desa Terunya ini? Arti dari Terunyan adalah Taru berarti “pohon” dan Menyan berarti “bau yang bagus”. Inti dari desa Terunyan adalah “Pohon dengan aroma yang bagus”. Lahirlah nama desa ini, desa TERUNYAN.

Kalau mau lihat foto album tentang ini, klik di Facebook 2013-Desa Terunyan Bali, IND.

Moga-moga informasi diatas bermanfaat. Jika masih ada unek-unek yang ingin disampaikan, silahkan tinggalkan komentar pada forum di bawah ini.

 

Ellyprachtig.blog

Iklan

4 replies »

Leave a Comments

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s