Belanda Utara

Desa Nelayan – Volendam


Edam-Volendam adalah sebuah kotamadya, kota kecil yang terletak di Belanda bagian Utara. Dahulu hingga sekarang Volendam ini terkenal dengan sebutan Desa Nelayan. Itu karena Para Nelayannya yang sangat ulet dan gigih akan kegiatannya sehari-hari sebagai Pencari Ikan. Berabad-abad dan sampai saat ini, sebagian besar profesi penduduk disini adalah Pencari Ikan atau Nelayan.

Kemungilan rumah-rumahnya yang terletak di pinggir kanal, cirikhas Desa Nelayan Volendam ini.  Begitu juga dengan Jembatan Angkatnya atau drawbridges. Jembatan Angkat yang aku maksud adalah, jembatan yang tinggi, yang dapat dilalui oleh layar kapal. Jembatan Angkat ini biasanya boleh diputarkan ke atas atau ke tepi.

Di Desa Nelayan Volendam terdapat banyak studio foto. Di dalam studio menyediakan bermacam jenis pakaian adat belanda beserta sepatu kelompennya. Pada jendela kaca terpajang banyak foto-foto seleb Indonesia. Seperti bintang film Rano Karno, Rima Melati, bahkan Ibu Megawati dkk. Ternyata, desa ini menjadi pusat lokasi wisata terpopuler bagi wisatawan dari Indonesia.
Oia, traveller jangan kaget, kalau di WC-WC umum juga banyak tulisan “WC ada di bawah, atau WC ada di atas”. Tulisan ini dibuat karena ramainya wisatawan Indonesia yang datang berkunjung ke Desa Nelayan Volendam ini.

Berfoto dengan pakaian tradisi Belanda cuma dapat di temukan di studio-studio foto di Volendam saja. Tempat ini memang sudah sangat terkenal di Belanda. Dengan biaya mulai dari € 15 traveller sudah bisa berfoto ria dengan banyak pilihan jenis pakaian tradisi Belanda dan kelompennya. Untuk mengetahui langsung variasi harga, coba cek di foto studio Volendam, di situs disediakan Bahasa Inggris bagi yang tidak memahami Bahasa Belanda.

Mengenai angkutan umum yang sudah aku jelaskan di artikel tentang Kartu OV, coba cek baik-baik, kira-kira jam berapa enaknya berangkat dari rumah, dari bandara Schiphol, atau darimana pun keberangkatan traveller.

Jangan lupa, luangkan waktu untuk singgah ke sebuah toko yang menjual berbagai jenis keju. Di desa itu, cuma ada 1 toko keju. Disampaing menjual keju-keju, toko ini juga mempunyai sebuah pabrik kecil yang kebetulan pabrik kecil ini berada di dalam gedung yang sama. Toko Keju ini sering sekali mengadakan sebuah demonstrasi atau pertunjukan cara memproses keju. Pertunjukan ini gratis, tidak dikenakan biaya apapun. Setelah pertunjukan selesai para penonton atau tamu wisatawan akan di boyong oleh seorang karyawan toko ke tempat penjualan. Disana traveller dapat mencicipi keju, membeli keju, atau liat-liat aja… ^_^

Gerobak Jual Gorengan Ikan

Aku sengaja memfoto ini gerobak jual gorengan ikan. Gerobak jual gorengan ikan seperti ini enggak asing di Belanda. Ini sangat umum. Kalau di Indonesia ini kayek gerobak yang jual gorengan, seperti pisang goreng, bakwan goreng, tahu goreng dsb.

So, kembali ke sebuah cerita tentang Desa Nelayan. Bagi pecinta ikan segar, yang ingin menyantap gorengan ikan segarnya, disinilah tempatnya, di Volendam ini. Sayang, rumahku terlalu jauh kemari. Kalau hanya mau beli ikan segar aja sampai menempuh 2 jam dengan kendaraan. Berat di bensin bok! Haha… .

Well, masyarakat desa menciptakan sebuah moto yang unik bagi para wisatawan. Motonya adalah, “Bagi siapa yang ingin melihat keindahan dan tulennya tradisi Negeri Belanda, datanglah ke Volendam”.

Bagai traveller yang ingin menikmati foto-foto keindahan Desa Nelayan Volendam. Boleh klik itu si Album 2014, Volendam, the NL .
Apabila informasi diatas bermanfaat!

 

Elly Prachtig

Ellyprachtig.blog

Sumber: Foto pribadi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Leave a Comments

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s